Doktrin santri
Kehidupan santri dalam pondok ternyata menjadi cerminan dalam kehidupan nyata, bisa kita asumsikan bahwa sebuah pesantren adalah miniatur kehidupan dalam sebuah masyarakat. Dimana di pesantren terdapat beragam santri yang begitu unik, mulai dari yang nyentrik lugu wagu gaul atau gelamorpun semua ada. Mereka semua di bawah satu komando satu atap dan satu figur yang sangat mereka segani dalam hal ini adalah Pak Kyai. Dengan segala kecocokan dan ketidakcocokan antara santri satu dengan santri yang lainnya sang Kyai ini berupaya menyatukan jiwa raga mereka.
Salah satu doktrin yang telah tertanam dalam sanubari para santri adalah bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang berguna bagi sesama. Doktrin tadi memang diharuskan tertanam dalam dalam sebelum para santri mempelajari ilmu yang lebih mendalam.
Memang menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain tidaklah mudah, akan tetapi itulah kenyataannya. Siapapun orangnya apapun pekerjaannya dan apapun yang dikerjakannya (kebaikan) dan bermanfaat bagi sesama maka seseorang tersebut sudah bisa dikatakan sebagai manusia terbaik.
Aplikasi kecil dalam kehidupan santri dituliskan berikut :
Seorang santri bernama katakanlah ibnu, setelah mendapatkan doktrin “sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi sesama” Ibnu kemudian memikirkan bagaimana carana menjadi seorang santri yang bermanfaat bagi teman-temannya, sesama santri juga. Dia merasa gelisah belum menemukan satu jawabanpun untuk menjadi seorang santri yang benar-benar bermanfaat bagi teman-temannya. Setelah mengalami perenungan yang kian mendalam akhirnya dia memperoleh sedikit solusi, dia lalu mencatat segala macam kebutuhan yang diperlukan oleh temannya. Salah satu catatannya sebagai berikut : “Setiap Jumat pasti akan ada salah salah satu santri yang memotong rambut, sehingga Si Ibnu ini tergugah untuk mempunyai sebuah gunting cukur . Setiap Jumat pula anak santri bisanya potong kuku, sehingga alat pemotong kuku pun menjadi barang yang kecil tapi bermanfaat. Ada juga ketika santri membutuhkan hanya sebuah korek untuk menyalakan rokok diapun segera menyediakannya. Itu baru sedikit dari catatan Si Ibnu .. masih ada lagi nih .. Ketika temennya membutuhkan sebuah kamus diapun berusaha untuk mempunyai sebuah kamus .. sedikit demi sedikit tabungan sudah dapat untuk beli sebuah kamus yang akhirnya dia miliki. ” begitulah Si Ibnu, dia seorang santri yang terobsesi dengan menjadi seorang yang bermanfaat..
Sungguh dalam cerita diatas adalah contoh kecil, diluar sana masih banyak hal-hal yang memang sangat di butuhkan orang lain akantetapi menurut kita itu hal yang sepele.
Penulis cuma ingin berpesan pada diri sendiri dan para pembaca sekalian ” Jadilah seorang yang memang benar-benar bermanfaat bagi sesamanya..”
Terimakasih
* salam hangat
Mohon maaf bila banyak kekurahan.
Tags: donktrin santri, manusia yang bermanfaat, pesantren miniatur masyarakat, santri dalam kehidupan, sebaik manusia, trik dan doktrin santri, trik sebagai santri
May 10th, 2009 at 4:53 am
wooo gitu ya dunia santri itu..
May 10th, 2009 at 5:54 pm
coba bisa lebih hebat lagi…..!!!
May 11th, 2009 at 4:57 pm
Aha… lumayan .. Nih..
Di percantik ya…
biar sy bisa sering main ke blog ini…
salam
May 11th, 2009 at 11:39 pm
masih banyak cerita lainnya kan????