Archive for May, 2009

sebuah blog dihargai Rp. 1 jt , pengin ?

Thursday, May 21st, 2009

Seorang blogger berkata di dalam blognya, bahwasannya setiap kita adalah seorang penjual .. terus ada lagi yang berkata pengunjung atau tamu itu harus benar-benar di hormati ,. Apapun perkataan mereka tetaplah seorang blogger yang setiap harinya mencari ide-ide yang akan ditulis di dalam blog mereka. Bagiku seorang blogger tak lebih dari seseorang yang mencoba menelusuri alam fikirannya dan kemudian meletakkannya di dalam sebuah ruang terbatas.

Ada sebuah alamat situs yang dikhususkan cuma buat mentaksir harga sebuah blog atau situs, disitu google indonesia dihargai Rp 35.02 Miliar terus untuk detik[dot]com dihargai Rp 9.21 Miliar.. gimana caranya mengetahui harga sebuah blog atau situs penulis juga belum tahu. Salah satu blog temen yang telah dihargai oleh mereka Rp. 1 jt yaitu http://wwwdotwebvaluerdotorg/id/wwwdotxirculdotblogspotdotcom (ganti tulisan dot menjadi “.” untuk mengecek) ..

Anda tertarik untuk mencoba seberapa besar blog atau situs anda dihargai oleh mereka ?? langsung saja kunjungi web http://wwwdotwebvaluerdotorg .. (ganti tulisan dot menjadi “.” tanpa kutip)

Kata Sayyidina, Ciri khas Faham Asy’ariyyah

Tuesday, May 12th, 2009

Salah satu ajaran yang ada dalam faham Ash’ariyyah adalah tentang penggunaan kata sayyidina ketika mereka menyebutkan nabi kita, nabi besar Muhammad. Bagi mereka yang berlainan faham penyebutan kata sayyidina kepada junjungan nabi merupakan hal yang aneh bahkan dilarang.

Faham Ash’ariyah memperbolehkan kata sayyida dengan alasan bahwa kata tersebut merupakan pujian betapa agungnya nabi baik dari sisi penciptaan maupun dari sisi budi pekertinya. Dikatakan pula dalam kitab Sarah Nur Adzolam bahwa nabi kita ibarat lautan dan para nabi sebelumnya hanya satu “cawukan” dari lautan nabi. Lautan disini bukan hanya dari segi ilmunya saja akan tetapi dari segala-galanya. Dikisahkan bahwa ketika nabi diIsro’kan yaitu di baitul maqdis, nabi kita dibaiat oleh malaikat Jibril dan semua rosul bahwa dia dijadikan pemimpin para nabi dan rosul. Ketika itu nabi berkata “aku adalah sayyid dari kalian semua, ini adalah kenyataan dan ini adalah sebuah perintah dari Allah SWT”. Di katakan pula bahwa nabi kita ibarat hujan yang terus menerus sedangkan para nabi dan para ulama itu hanya setetes dari air hujan tersebut.

Kembali ke faham Ash’ariyah penggunaan kata sayyidina itu bahkan digunakan dalam sholat ketika melaksanakan tahyat, baik takhyat awal maupun tahyat akhir.

Ketika kita menengok ke Indonesia saat ini mayoritas dari mereka merupakan pengikut dari faham Ash’ariyah ini walaupun toh ada sebagian umat muslim yang tidak menggunakan kata sayyidina dalam kesehariannya. Kaum nahdiyyin di Indonesia merupakan pengikut dari faham Ash’ariyah. Adapun selain dari kaum nahdiyyin mereka ketika mempelajari literatur-literatur kuno(kitab kuning) menjadi sangat selektif. Contohnya ketika Non Nahdiyyin ingin mempelajari sebuah kitab kuning, yang pertama kali dilihat adalah bab mukaddimah atau pendahuluan, ketika dalam mukaddimah ini sang penulis mengikutkan kata sayyidina berati sudah dipastikan kitab ini adalah kitabnya Ulama Nahdiyyin. Mereka sangta selektif dalam mempelajari literatur kuno, bahkan ketika dalam mukaddimah tidak terdapat kata sayyidinapun mereka akan melihat dahulu isi dari kitab tersebut sebelum mengajarkannya kepada anak didik mereka.

Sehingga dari uraian di atas bisa dikatakan penyebutan lafal sayyidina sebelum lafal Muhammad SAW itu merupakan ciri dari faham Asy’ariyyah.